Langsung ke konten utama

Tak Sengaja, Peneliti Temukan Kaca Tertipis di Dunia

Kaca [ilustrasi]

 
Secara tidak sengaja, para peneliti dari Cornell University, Amerika Serikat dan University of Ulm, Jerman, menemukan lembar kaca tertipis di dunia. Ukurannya sangat tipis, hanya setebal dua atom.
Live Science melansir, 16 September 2013, temuan yang telah diabadikan di Guinness Book of World Records tahun 2014 itu, membuat para peneliti heran mengenai sifat kaca, yang ddapat berperilaku seperti benda padat dan cair.
Temuan kaca tertipis di dunia ini berawal ketika para peneliti memeriksa temuan mereka berupa graphene, yang merupakan salah satu bahan tertipis dan terkuat di dunia. Ukuran dari lembaran graphene hanya setebal satu atom karbon dan berbentuk kisi kristal seperti sarang lebah.

Lalu, dengan mengggunakan mikroskop elektron, para peneliti memeriksa beberapa atom di graphene. Hasilnya, ditemukan selembar kaca 2D yang terdiri dari silikon dan atom oksigen.

"Lapisan kaca tertipis di dunia ini mungkin diciptakan akibat dari kebocoran udara pada foil tembaga yang terdapat pada proses pembuatan graphene. Kaca itu terbentuk dari mineral yang terdiri dari silikon dan oksigen," kata David Muller, Profesor Fisika Terapan dan Rekayasa di Cornell University.

Muller menambahkan, pada penelitian pertama di tahun 2012 lalu, peneliti juga menemukan foto mikrokopis dari panel tertipis di dunia. Foto itu yang membantu peneliti memecahkan masalah dari sifat kaca, apakah terbuat dari benda cair atau padat.
 



Foto mikroskopis dari struktur kaca tertipis yang diklaim tertipis di dunia. (Live Science)

"Kebanyakan benda padat ketika didinginkan akan membuat atom menjadi kaku. Jadi, meskipun kaca memiliki penampilan yang padat, tapi atom yang membentuk kaca berasal dari jaringan yang cair," jelas Muller.

Para peneliti mengatakan struktur kaca 2D tertipis di dunia ini hampir mirip dengan teori struktur kaca tidak teratur yang ditemukan pada tahun 1930.

"Ini adalah hasil penelitian terbaik dalam karir peneliti saya. Sekarang semua orang dapat melihat susunan atom yang ada di dalam kaca," tutur Muller.

Meski penemuan dilakukan secara tidak sengaja. Para peneliti berharap temuan kaca 2D tertipis di dunia ini akan membuka jalan dalam pengembangan nanoteknologi di masa depan. 


http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/444390-tak-sengaja--peneliti-temukan-kaca-tertipis-di-dunia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kata Motivasi Inspirasi Terbaik

Motivasi dan Inspirasi

M Zuber Qomarudin

M Zuber Qomaruddin    Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM). Lahir di Lamongan pada tanggal 2 Maret 1988. Warga Negara Indonesia, berdomisili di Indonesia. Menjabat sebagai Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Pamulang sekaligus merangkap sebagai Wakil Ketua Umum HMM sejak 2013 sampai sekarang. Beliau bertanggung jawab dalam perumusan masalah dan pengambilan keputusan yang diambil oleh ketua umum, Koordinasi Umum serta membawahi kepala Divisi yang tidak menjalankan program kerjanya, sekaligus menegur anggota yang telah melanggar AD/ART.    Saat ini Beliau sedang menempuh Pendidikannya di bidang Ekonomi Manajemen di Universitas Pamulang.     Pengalaman Organisasi sebelumnya; Wakil Pratama Pramuka SMPN 2 BABAT, Wakil Ketua OSIS SMPN 2 BABAT, Ketua Osis MA RM BABAT-Lamongan, HIPMI Jaya, HMI Komisariat Pamulang, Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Pamulang (2013 sampai sekarang). 

Gunung Api Terbesar Dunia Terendam di Samudra Pasifik

Ilustrasi gunung bawah laut Tim peneliti di Amerika Serikat berhasil menemukan gunung api tunggal, yang diyakini terbesar di dunia. Letaknya terpendam jauh, 2 km di bawah laut Pasifik. Menurut stasiun berita BBC , gunung bernama Tamu Massif itu seluas 310.000 km persegi. Hanya kalah dari gunung berapi Olympus Mons, yang ada di Planet Mars. Gunung api di Mars itu merupakan yang terbesar di tata surya. Namun ukuran Tamu Massif mengalahkan gunung api yang sebelumnya dinobatkan terbesar di dunia, Mauna Loa, di Hawaii. Tim peneliti mengatakan Tamu Massif terletak di dataran tinggi bawah air yang dikenal Shatsky Rise, sekitar 1600 km sebelah timur Jepang. Tamu Massif, jelas peneliti, terbentuk sekitar 145 juta tahun silam saat aliran lava masif meletus dari pusat gunung api, sampai kemudian membentuk sebuah fitur mirip perisai. Peneliti juga meragukan puncak gunung api terendam itu p...